Ordo Fratrum Minorum Capuccinorum

(OFM CAP)

Kami dipanggil untuk melayani Allah, Gereja Kudus, dan sesama seturut teladan Santo Fransiskus dari Assisi.
Dari ibukota Provinsi Kalimantan Barat, kami diutus untuk melayani ke berbagai wilayah di Indonesia maupun penjuru dunia.

BERITA TERKINI

KRONIK PERSAUDARAAN

Budaya Hidup Sehat vs Covid-19 Sampai sekarang, di seluruh dunia sudah terkonfirmasi 23,518,343 penderita COVID-19. Kasus baru mencapai 206,382. Nyawa yang melayang …

Marieta, Memberi Karena Mau Hampir setiap hari Minggu sekitar pukul 8 pagi Marieta sudah berdiri di depan pintu gereja. Gadis cilik yang …

KEBAHAGIAAN ORANG MISKIN “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah…” (Mat 5:3) A.    Dalam Konteks MesianisSalah satu cara untuk memahami makna …

BAHAGIA ITU ADALAH…? (Matius 5: 1-12) A.    Sejumlah jalan pikiran Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online mendefinisikan “bahagia” sebagai “keadaan atau …

Beriman Secara Radikal (2) P. Hermanus Mayong, OFMCap PENGALAMAN PASKAH DAN KEMURIDAN SETELAH PASKAH Bagian kedua kisah Emaus menunjukkan model kemuridan baru …

Beriman Secara Radikal (1) P. Hermanus Mayong, OFMCap Radikal sudah menjadi istilah yang umum dipakai. Ada sekian banyak salah paham yang muncul …

BERKENALAN DENGAN ORDO KAPUSIN

Orang-orang memanggil kami: Saudara Kapusin! Kami dipanggil demikian karena jubah coklat kesayangan kami yang memiliki topi (caput) yang besar.

Fransiskan yang sejati, itulah cita-cita hidup kami. Santo Fransiskus dari Assisi menginspirasi kami dalam mengikuti Kristus dan melayani sesama.

Masa pendidikan yang harus ditempuh untuk bisa menjadi seorang saudara Kapusin adalah sekitar sembilan tahun. Percayalah, itu tak terasa lama!

Cara pendekatan kami kepada umat di paroki-paroki dilandaskan pada slogan yang dihidupi oleh Santo Fransiskus dari Asssi: “Be a brother for all.”

Aneka cara kami tempuh agar bisa melayani sesama yang memerlukan uluran tangan kami. Pelayanan ini merupakan perwujudan visi dan misi kami.

Pendidikan yang berkualitas, bukan hanya secara intelektual tetapi juga moral-spiritual merupakan tekad kami dalam mempersiapkan kaum muda.

KOLOM PUBLIKASI